KEPULAUAN RIAU
Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi ke
32, hasil pemekaran dari Provinsi Riau,diresmikan pada tahun 2002, berdasarkan
Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. Provinsi Kepulauan Riau terletak pada posisi
1º 10' LS - 5º 10' LU dan 102º 50' - 109º 20' BT. Luas wilayah Provinsi
Kepulauan Riau yaitu kurang lebih sekitar 8.201,72 km². Dari total luas
tersebut, 95% diantaranya berupa lautan. Sedangkan sisanya 5% merupakan
daratan. Ibu Kota Kepulauan Riau adalah kota Tanjung Pinang. Batas wilayah
Provinsi Kepulauan Riau, adalah:
· Utara dengan Vietnam dan Kamboja
· Selatan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi
· Barat dengan Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau
· Timur dengan Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat
Provinsi ini memiliki jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa. Kepulauan Riau terdiri dari 7 kabupaten, dengan gambar letak geografisnya sebagai berikut:
6. Kota Batam
1. Kelautan
Sebagai provinsi kepulauan, wilayah ini terdiri atas
95 % lautan. Kondisi ini sangat mendukung bagi pengembangan usaha
budidaya perikanan mulai usaha pembenihan sampai pemanfaatan
teknologi budidaya maupun penangkapan. Di Kabupaten Karimun terdapat budidaya
ikan kakap, budidaya rumput laut, kerambah jaring apung. Kota Batam, Kabupaten
Bintan, Lingga, dan Natuna juga memiliki potensi yang cukup besar di bidang
perikanan. Selain perikanan tangkap di keempat kabupaten tersebut, juga
dikembangkan budidaya perikanan air laut, dan air tawar. Di kota Batam tepatnya
di Pulau Setokok, bahkan terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang mampu
menghasilkan lebih dari 1 juta benih setahunnya. Di Kota Batam tepatnya
didaerah Telaga Punggur, ada satu pelabuhan perikanan yang dikelola murni oleh
swasta . Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur diresmikan pada tanggal 08
Januari 2010 oleh Menteri Kelautan, dan Perikanan R.I Dr. Ir. H. Fadel
Muhammad. Letak pelabuhan perikanan swasta Telaga Punggur sangat strategis
karena berhadapan dengan jalur lintas kapal penangkapan ikan antara Provinsi
Kepri, dan Natuna, ZEEI, Laut Cina Selatan serta keberadaan pelabuhan perikanan
swasta Telaga Punggur di Kota Batam sangat dekat dengan negara Singapura yang
dapat meningkatkan ekspor hasil laut, dan menambah pendapatan asli daerah.
2. Peternakan
Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik,
ternak sapi, ternak ayam, ternak babi, dan ternak kambing yang umumnya masih
dilaksanakan oleh peternakan kecil.
3. Pertanian
Hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi
Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian, dan peternakan
mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis
terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Disamping
palawija, dan holtikultura, tanaman lain seperti kelapa, kopi, gambir, nenas
serta cengkih sangat baik untuk dikembangkan. Demikian juga di kabupaten Bintan
dan Lingga sangat cocok untuk ditanami buah-buahan, dan sayuran. Di beberapa
pulau sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Salah satu perkebunan kelapa
sawit terbesar di Kepulauan Riau terdapat di kawasan Tirta Madu.
4. Pariwisata
Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang
wisata dari mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing
yang datang berkunjung mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di
provinsi Kepulauan Riau antara lain adalah wisata pantai yang terletak di
berbagai kabupaten, dan kota. Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa di kota
Batam, Pantai Pelawan di kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai TanjungBerakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di kabupaten Bintan. Kabupaten
Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkling.
Selain
wisata pantai dan bahari, provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata
lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional
serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat Pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat
masjid bersejarah, dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang
kedua-duanya adalah pahlawan nasional.
Kawasan
wisata di Kepulauan Riau juga mendapat banyak penghargaan. Treasure Bay di
Lagoi, Bintan merupakan kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, Patung
Dewi Kwan Im di KTM Resort yang tertinggi se-Asia Tenggara, Vihara
Avalokitesvara Graha yang terbesar se-Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im di
dalam Vihara Avalokitesvara Graha merupakan patung Dewi Kwan Im terbesar yang
terdapat dalam sebuah ruangan se-Indonesia, Pulau Bawah di Anambas yang
termasuk pulau tropis terbaik Asia versi CNN, Pantai Sisi di Natuna yang
termasuk pantai alami terbaik di dunia versi majalah Island, dan Funtasy
Island yang merupakan kawasan agrowisata terbesar di dunia.
Gambar Informasi
Ekspor di Kepulauan Anambas Lewat Infografis
Nilai ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas
Februari 2019 mencapai US$ 212,26 juta atau mengalami penurunan
sebesar 39,85 persen dibanding ekspor Januari 2019 Negara tujuan ekspor
Kabupaten Kepulauan Anambas bulan Februari 2019 dengan nilai
terbesar adalah ke Negara Singapura yaitu mencapai US$ 175,95 juta,
diikuti dengan Negara Malaysia. Dimana pada bulan ini ekspor ke
Negara Singapura mengalami penurunan sebesar 44,34 persen
dibandingkan keadaan bulan Januari 2019, yaitu dari US$ 316,11 juta
menjadi US$ 175,95 juta.
NAMA KABUPATEN DI
KEPULAUAN RIAU BESERTA POTENSI EKSPORNYA
1. Kabupaten
Bintan
2. Kabupaten
Karimun
3. Kabupaten
Kepulauan Anambas
4. Kabupaten
Lingga
5. Kabupaten
Natuna
6. Kota
Batam
7. Kota
Tanjung Pinang
A. Kabupaten
Bintan
Kabupaten
ini memiliki sejumlah peluang di bidang pariwisata, industri, perikanan,
pertambangan dan Peternakan. Dibidang pariwisata, iklim dan kondisi alam yang
eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara. Misalnya Lagoi yang memiliki
pemandangan laut dan pantai yang telah menarik minat lebih dari 40.000
wisatawan mancanegara. Dilahan seluas 23.000 ha terdapat 7 hotel bertaraf
internasional, 2 Resort dan 2 lapangan golf bertaraf internasional dengan 36
hole. Untuk menarik minat investor, pemerintah setempat telah mengalokasikan
lahan seluas 500 ha di Kijang dan 100 ha di Bintan Barat sebagai areal hutan
industri dan pengembangan pantai. Pengembangan pariwisata dilakukan dengan
bekerja sama dengan Singapura untuk membangun Bintan Utara. Pada sektor
industri, Kabupaten ini mempunyai kawasan industri di Lobam sebagai salah
satu hasil dari kerjasama ekonomi antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Terdapat 4000 ha lahan yang dipakai oleh 18 perusahaan elektronik, 14
perusahaan garmen dan lain-lain.
Industri
perikanan juga berperan penting di kabupaten ini dengan didukung oleh luas
wilayah perairan seluas 95%. Para investor disarankan untuk mengembangkan
sektor ini di wilayah timur, yaitu di wilayah Tambelan dengan 54
pulau. Wilayah ini cocok untuk perikanan dan budidaya terumbu karang seluas
117,48an
untuk mengembangkan sektor ini di wilayah timur. Pariwisata laut
cocok untuk wilayah ini dengan didukung oleh pasir pantai yang bersih dan
putih.
Pada
sektor peternakan, Kabupaten Bintan merupakan daerah yang sangat
potensial dalam pengembangan ternak sapi (jenis sapi Bali), kambing, babi,
itik dan ayam (buras dan ras pedaging/petelur) sebagai penyuplai pasokan
bahan pangan asal hewan di Kepulauan Riau, khususnya untuk daerah
perkotaan seperti Kota Kijang, Kota Tanjung Uban dan Kota Tanjungpinang.
Tercatat populasi ternak Sapi di Bintan hampir mendekati 1000 ekor pada tahun
2010, angka ini akan diupayakan untuk terus meningkat seiring dengan tingginya
permintaan daging dan permintaan sapi, khususnya sapi potong pada saat hari
raya Idul Adha (Hari Raya Kurban). Ayam buras 199.383 ekor, kambing 900 ekor, itik 3.663 ekor, babi 3.500 ekor, ayam ras petelur 265.700 ekor dan ayam ras pedaging 2.499.700 ekor. Untuk menjaga kesehatan ternak, di Kabupaten Bintan
terdapat 5 orang dokter hewan dan dibantu oleh beberapa paramedis veteriner dengan
ditunjang oleh 2 buah sarana Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang berlokasi di
Desa Sri Bintan dan Desa Ekang Anculai Kecamatan Teluk Sebong, selain
Poskeswan, di Kabupaten Bintan juga terdapat Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU)
yang berlokasi di Kecamatan Bintan Utara.
B. KABUPATEN
KARIMUN
Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi
yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga
mampu berkiprah di pasar ekspor. Berdasarkan data pada sistem automasi perkarantinaan IQ Fast di
wilayah kerjanya, komoditas ekspor unggulan Kabupaten Karimun adalah bungkil
kelapa yang sampai 2019 telah mencapai 4.743 ton dengan nilai ekspor Rp
44,9 miliar.
Secara
keseluruhan, nilai ekspor semua komoditas pertanian hingga 17 November 2019 ini
telah mencapai Rp 68,6 miliar. Dengan negara tujuan ekspornya adalah Malaysia,
Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong. Selain bungkil kelapa, berbagai
ekspor lainnya seperti sarang burung walet, madu, alpukat, air kelapa, damar,
kencur, hingga kulit kayu bakau.
Menurut
data, di tahun 2018 nilai ekspor pertanian TB Karimun dapat mencapai Rp 101,7
miliar. Dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi mulai dari air kelapa,
bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas,
pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar.
Sementara
di tahun 2018, Cina menjadi negara tujuan ekspornya dan belum muncul kembali di
tahun 2019. Juga, jumlah pelaku usaha, di tahun lalu tercatat 71 eksportir,
sedangkan tahun ini hanya 8 eksportir saja.
Dengan
menginventarisasi permasalahan atau hambatan yang dihadapi, melalui diskusi
tersebut, Priyadi mengharapkan dapat memberikan solusi sehingga bisa
menghasilkan penambahan kuantitas dan kualitas yang signifikan terhadap
komoditas ekspor pertanian di Karimun serta meluasnya negara tujuan ekspor.
Banyak
komoditas ekspor yang pada tahun 2018 ada dan di tahun 2019 tidak ada lagi,
contohnya nanas dan pisang tujuan Malaysia. Kami berharap bisa
kembali mengangkat kembali ekspor Karimun yang sempat terhenti dengan mengurai
permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun eksportir. Di tahun
2020 ekspor di pulau karimun cenderung turun mulai yang awalnya mencapai angka
15 milliar pada bulan Januari dan turun menjadi 14 milliar di bual Februari.
Perusahaan ekspor
terbesar di karimun contohnya
1. Pertamina
2. Medco E&P Natuna LTD
3. Premier oil Natuna Sea BV
4. Pulau Bintan Djaya
5. Telaga Bintan Jaya
6. Singkep Tuah Persada
7. Bulan Bintang
8. Anugerah Mitra Bahari
9. Eka Bina Pratama
10.
Bintan Intan Gemilang
Ekspor 10 Negara
Tujuan Terbesar
1.
Singapura
2.
Malaysia
3.
Thailand
4.
China
5.
Amerika Serikat
6.
Canada
7.
Hongkong
8.
Jepang
9.
Turki
10.
Yunani
C. KABUPATEN
KEPULAUAN ANAMBAS
Kepulauan Anambas adalah kabupaten yang baru
dibentuk di Provinsi Kepulauan Riau di Indonesia, yang berlokasi di Laut China Selatan,
di perbatasan Indonesia dengan Singapura dan Vietnam. Kepulauan Anambas sedang
mempersiapkan diri untuk menjadi pusat budidaya ikan Napoleon dan Kerapu
terutama untuk komoditas ekspor. Namun, masih ada beberapa nelayan lokal dan
pendatang yang masih mempraktekkan penangkapan ikan yang merusak (destructive
fishing) yang merupakan ancaman langsung terhadap konservasi laut.
Lebih
dari 70% - 80% kawasan Kepulauan Anambas memiliki 339 spesies terumbu karang
yang berbeda, membuat Kepulauan Anambas menjadi potensi industri pariwisata
berkelanjutan. Dana yang dihasilkan dari industri pariwisata dapat menjadi
sumber alternatif pendanaan untuk upaya konservasi laut. Dengan berkembangnya
industri pariwisata, akan membuka kesempatan bagi usaha lokal baru sebagai mata
pencaharian masyarakat setempat.
Namun,
aksesibilitas Kepulauan Anambas masih sangat terbatas. Transportasi dari udara
maupun laut dapat dibatalkan karena cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu.
Pemerintah setempat berencana untuk membangun bandara baru agar Anambas lebih
mudah diakses untuk wisatawan domestik dan mancanegara.
D. Kabupaten
Lingga
Menurut Kasubag Humas, dalam
surat surat yang disampaikan Bupati di terangkan bahwa Kabupaten Lingga
merupakan salah satu daerah penghasil bahan tambang di Indonesia, yakni timah,
bauksit, bijih besi, granit, pasir bangunan dan pasir kuarsa atau silica.
Pemerintah
Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menargetkan ekspor produk hortikultura,
khususnya pisang dan nanas pada akhir tahun 2020 mendatang. Ini menyusul
keseriusan dan komitmen yang disampaikan manajemen PT. Great Giant Pineapple
(GGP) untuk melakukan kerjasama investasi di bidang hortikultura di bumi “Bunda
Tanah Melayu”. Mulai dilakukan persiapan lahan lahan yang statusnya masih
kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), segera diajukan
pelepasannya ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karena besarnya jumlah
kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang dan nenas, khususnya di negara
Eropa, Amerika, China, Jepang, Korea dan Singapura maka diputuskan bahwa
kabupaten lingga akan melakukan ekspor produk pisang dan nanas. Berdasarkan
data tahun 2018 lalu, kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang mencapai angka
15.259.800 ton. Sedangkan nanas dibutuhkan sekitar 3.007.530 ton.
E. Kabupaten Natuna
Nilai
ekspor ikan dan udang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus meningkat
pada 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepri. BPS mencatat pada
September 2019, ekspor ikan dan udang dari Natuna mencapai 11.050 kg dengan
nilai US$31.258,23 . Selanjutnya pada November 2019 menjadi 8.654 kg senilai
US$42.681,73 dan Desember mencapai 18.554 kg senilai US$60.499,47. Ekspor
Natuna lebih besar adalah ikan hidup (kerapu hidup. Meski meningkat nilai
ekspor ikan dari Natuna masih relatif sedikit dibanding potensi yang ada.
Sebetulnya ekspornya juga tergolong masih kecil di bandingkan potensi Laut
Natuna. Dibandingkan dengan tiga bulan yang sama pada 2018, nilai ekspor ikan
dari Natuna juga terus mengalami peningkatan. Pada September 2018 ikan yang
diekspor seberat 8.510 kg dengan nilai US$24.044,28. Selanjutnya pada Oktober
seberat 8.654 kg dengan nilai US$28.829,94 dan November 10.600 kg dengan nilai
US$24.044,28.
F. Kota Batam
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor 53 ton rumput
laut kering dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ke China. Pelepasan ekspor
senilai lebih dari Rp 159 juta itu tidak mengalami kendala, meski virus corona
sedang melanda beberapa wilayah di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam satu
bulan, perusahaan ini bisa menghasilkan 200 ton rumput laut kering. Perusahaan
milik Wahyudi ini juga termasuk aktif mengirimkan rumput laut ke China, Vietnam
dan Singapura. Bahkan, sepanjang 2019, total ekspornya mencapai 1.371 ton
dengan nilai Rp 4,48 miliar. Sedangkan, ekspor kali ini merupakan ekspor untuk
ketiga kalinya selama Februari 2020 dan semuanya dikirim ke China. Mencari rumput
laut awalnya tidak menjadi minat masyarakat Batam. Sebab, harga jual komoditas
tersebut begitu murah. Namun, sejak adanya usaha rumput laut kering, masyarakat
mulai tertarik mencari rumput laut.
G. Kota Tanjung
Pinang
Sepanjang tahun 2019, nilai ekonomis ekspor produk pertanian
dari Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) mencapai Rp 4 triliun dengan negara
tujuan Amerika Serikat, Arab, Eropa, China, Malaysia dan Singapura. Potensi
ekspor besar karena wilayah Kepri dekat dengan Malaysia dan Singapura. Produk pertanian tersebut di antaranya
kelapa dan produk olahannya, sarang burung walet, kakao, crude palm oil (CPO)
dan babi potong. Dan sebelum diekspor, seluruh komoditas itu pun lebih dulu
disertifikasi oleh tiga kantor Karantina Pertanian, yakni Batam, Tanjungpinang
dan Karimun. 1.086 ton karet hasil pertanian Tanjungpinang, Kepulauan Riau
diekspor ke lima negara dengan total nilai mencapai Rp 22,5 miliar. Ribuan ton
karet itu diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan
Korea. Ekspor komoditas pertanian
seperti karet berdampak positif terhadap pendapatan negara. Selain itu,
kesejahteraan masyarakat pun kian meningkat dan memperkuat perekonomian
nasional. Dengan demikian, hal yang harus dilakukan ke depannya adalah terus
meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor, sehingga memperbesar devisa negara,
Tanjungpinang mampu memasok kebutuhan komoditas pertanian negara tetangga
seperti Singapura. Dan untuk mewujudkan hal itu, para petani diminta bekerja
lebih ekstra serta menggandeng Badan Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) dan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk meningkatkan hasil produksi
pertaniannya.
Perusahaan ekspor terbesar di tanjung pinang :
1. PT Timah Tbk
2. PT Teow Tiang
3. PT Saricotama Indonesia
Untuk informasi lengkap tentang kepulauan riau dan potensinya bisa dilihat dengan mendownload aplikasinya disini
1. Kelautan
Sebagai provinsi kepulauan, wilayah ini terdiri atas
95 % lautan. Kondisi ini sangat mendukung bagi pengembangan usaha
budidaya perikanan mulai usaha pembenihan sampai pemanfaatan
teknologi budidaya maupun penangkapan. Di Kabupaten Karimun terdapat budidaya
ikan kakap, budidaya rumput laut, kerambah jaring apung. Kota Batam, Kabupaten
Bintan, Lingga, dan Natuna juga memiliki potensi yang cukup besar di bidang
perikanan. Selain perikanan tangkap di keempat kabupaten tersebut, juga
dikembangkan budidaya perikanan air laut, dan air tawar. Di kota Batam tepatnya
di Pulau Setokok, bahkan terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang mampu
menghasilkan lebih dari 1 juta benih setahunnya. Di Kota Batam tepatnya
didaerah Telaga Punggur, ada satu pelabuhan perikanan yang dikelola murni oleh
swasta . Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur diresmikan pada tanggal 08
Januari 2010 oleh Menteri Kelautan, dan Perikanan R.I Dr. Ir. H. Fadel
Muhammad. Letak pelabuhan perikanan swasta Telaga Punggur sangat strategis
karena berhadapan dengan jalur lintas kapal penangkapan ikan antara Provinsi
Kepri, dan Natuna, ZEEI, Laut Cina Selatan serta keberadaan pelabuhan perikanan
swasta Telaga Punggur di Kota Batam sangat dekat dengan negara Singapura yang
dapat meningkatkan ekspor hasil laut, dan menambah pendapatan asli daerah.
2. Peternakan
Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik,
ternak sapi, ternak ayam, ternak babi, dan ternak kambing yang umumnya masih
dilaksanakan oleh peternakan kecil.
3. Pertanian
Hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi
Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian, dan peternakan
mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis
terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Disamping
palawija, dan holtikultura, tanaman lain seperti kelapa, kopi, gambir, nenas
serta cengkih sangat baik untuk dikembangkan. Demikian juga di kabupaten Bintan
dan Lingga sangat cocok untuk ditanami buah-buahan, dan sayuran. Di beberapa
pulau sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Salah satu perkebunan kelapa
sawit terbesar di Kepulauan Riau terdapat di kawasan Tirta Madu.
4. Pariwisata
Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang
wisata dari mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing
yang datang berkunjung mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di
provinsi Kepulauan Riau antara lain adalah wisata pantai yang terletak di
berbagai kabupaten, dan kota. Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa di kota
Batam, Pantai Pelawan di kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai TanjungBerakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di kabupaten Bintan. Kabupaten
Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkling.
Selain
wisata pantai dan bahari, provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata
lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional
serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat Pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat
masjid bersejarah, dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang
kedua-duanya adalah pahlawan nasional.
Kawasan
wisata di Kepulauan Riau juga mendapat banyak penghargaan. Treasure Bay di
Lagoi, Bintan merupakan kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, Patung
Dewi Kwan Im di KTM Resort yang tertinggi se-Asia Tenggara, Vihara
Avalokitesvara Graha yang terbesar se-Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im di
dalam Vihara Avalokitesvara Graha merupakan patung Dewi Kwan Im terbesar yang
terdapat dalam sebuah ruangan se-Indonesia, Pulau Bawah di Anambas yang
termasuk pulau tropis terbaik Asia versi CNN, Pantai Sisi di Natuna yang
termasuk pantai alami terbaik di dunia versi majalah Island, dan Funtasy
Island yang merupakan kawasan agrowisata terbesar di dunia.
Gambar Informasi
Ekspor di Kepulauan Anambas Lewat Infografis
Nilai ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas
Februari 2019 mencapai US$ 212,26 juta atau mengalami penurunan
sebesar 39,85 persen dibanding ekspor Januari 2019 Negara tujuan ekspor
Kabupaten Kepulauan Anambas bulan Februari 2019 dengan nilai
terbesar adalah ke Negara Singapura yaitu mencapai US$ 175,95 juta,
diikuti dengan Negara Malaysia. Dimana pada bulan ini ekspor ke
Negara Singapura mengalami penurunan sebesar 44,34 persen
dibandingkan keadaan bulan Januari 2019, yaitu dari US$ 316,11 juta
menjadi US$ 175,95 juta.
NAMA KABUPATEN DI
KEPULAUAN RIAU BESERTA POTENSI EKSPORNYA
1. Kabupaten
Bintan
2. Kabupaten
Karimun
3. Kabupaten
Kepulauan Anambas
4. Kabupaten
Lingga
5. Kabupaten
Natuna
6. Kota
Batam
7. Kota
Tanjung Pinang
A. Kabupaten
Bintan
Kabupaten
ini memiliki sejumlah peluang di bidang pariwisata, industri, perikanan,
pertambangan dan Peternakan. Dibidang pariwisata, iklim dan kondisi alam yang
eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara. Misalnya Lagoi yang memiliki
pemandangan laut dan pantai yang telah menarik minat lebih dari 40.000
wisatawan mancanegara. Dilahan seluas 23.000 ha terdapat 7 hotel bertaraf
internasional, 2 Resort dan 2 lapangan golf bertaraf internasional dengan 36
hole. Untuk menarik minat investor, pemerintah setempat telah mengalokasikan
lahan seluas 500 ha di Kijang dan 100 ha di Bintan Barat sebagai areal hutan
industri dan pengembangan pantai. Pengembangan pariwisata dilakukan dengan
bekerja sama dengan Singapura untuk membangun Bintan Utara. Pada sektor
industri, Kabupaten ini mempunyai kawasan industri di Lobam sebagai salah
satu hasil dari kerjasama ekonomi antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Terdapat 4000 ha lahan yang dipakai oleh 18 perusahaan elektronik, 14
perusahaan garmen dan lain-lain.
Industri
perikanan juga berperan penting di kabupaten ini dengan didukung oleh luas
wilayah perairan seluas 95%. Para investor disarankan untuk mengembangkan
sektor ini di wilayah timur, yaitu di wilayah Tambelan dengan 54
pulau. Wilayah ini cocok untuk perikanan dan budidaya terumbu karang seluas
117,48an
untuk mengembangkan sektor ini di wilayah timur. Pariwisata laut
cocok untuk wilayah ini dengan didukung oleh pasir pantai yang bersih dan
putih.
Pada
sektor peternakan, Kabupaten Bintan merupakan daerah yang sangat
potensial dalam pengembangan ternak sapi (jenis sapi Bali), kambing, babi,
itik dan ayam (buras dan ras pedaging/petelur) sebagai penyuplai pasokan
bahan pangan asal hewan di Kepulauan Riau, khususnya untuk daerah
perkotaan seperti Kota Kijang, Kota Tanjung Uban dan Kota Tanjungpinang.
Tercatat populasi ternak Sapi di Bintan hampir mendekati 1000 ekor pada tahun
2010, angka ini akan diupayakan untuk terus meningkat seiring dengan tingginya
permintaan daging dan permintaan sapi, khususnya sapi potong pada saat hari
raya Idul Adha (Hari Raya Kurban). Ayam buras 199.383 ekor, kambing 900 ekor, itik 3.663 ekor, babi 3.500 ekor, ayam ras petelur 265.700 ekor dan ayam ras pedaging 2.499.700 ekor. Untuk menjaga kesehatan ternak, di Kabupaten Bintan
terdapat 5 orang dokter hewan dan dibantu oleh beberapa paramedis veteriner dengan
ditunjang oleh 2 buah sarana Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang berlokasi di
Desa Sri Bintan dan Desa Ekang Anculai Kecamatan Teluk Sebong, selain
Poskeswan, di Kabupaten Bintan juga terdapat Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU)
yang berlokasi di Kecamatan Bintan Utara.
B. KABUPATEN
KARIMUN
Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi
yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga
mampu berkiprah di pasar ekspor. Berdasarkan data pada sistem automasi perkarantinaan IQ Fast di
wilayah kerjanya, komoditas ekspor unggulan Kabupaten Karimun adalah bungkil
kelapa yang sampai 2019 telah mencapai 4.743 ton dengan nilai ekspor Rp
44,9 miliar.
Secara
keseluruhan, nilai ekspor semua komoditas pertanian hingga 17 November 2019 ini
telah mencapai Rp 68,6 miliar. Dengan negara tujuan ekspornya adalah Malaysia,
Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong. Selain bungkil kelapa, berbagai
ekspor lainnya seperti sarang burung walet, madu, alpukat, air kelapa, damar,
kencur, hingga kulit kayu bakau.
Menurut
data, di tahun 2018 nilai ekspor pertanian TB Karimun dapat mencapai Rp 101,7
miliar. Dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi mulai dari air kelapa,
bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas,
pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar.
Sementara
di tahun 2018, Cina menjadi negara tujuan ekspornya dan belum muncul kembali di
tahun 2019. Juga, jumlah pelaku usaha, di tahun lalu tercatat 71 eksportir,
sedangkan tahun ini hanya 8 eksportir saja.
Dengan
menginventarisasi permasalahan atau hambatan yang dihadapi, melalui diskusi
tersebut, Priyadi mengharapkan dapat memberikan solusi sehingga bisa
menghasilkan penambahan kuantitas dan kualitas yang signifikan terhadap
komoditas ekspor pertanian di Karimun serta meluasnya negara tujuan ekspor.
Banyak
komoditas ekspor yang pada tahun 2018 ada dan di tahun 2019 tidak ada lagi,
contohnya nanas dan pisang tujuan Malaysia. Kami berharap bisa
kembali mengangkat kembali ekspor Karimun yang sempat terhenti dengan mengurai
permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun eksportir. Di tahun
2020 ekspor di pulau karimun cenderung turun mulai yang awalnya mencapai angka
15 milliar pada bulan Januari dan turun menjadi 14 milliar di bual Februari.
Perusahaan ekspor
terbesar di karimun contohnya
1. Pertamina
2. Medco E&P Natuna LTD
3. Premier oil Natuna Sea BV
4. Pulau Bintan Djaya
5. Telaga Bintan Jaya
6. Singkep Tuah Persada
7. Bulan Bintang
8. Anugerah Mitra Bahari
9. Eka Bina Pratama
10.
Bintan Intan Gemilang
Ekspor 10 Negara
Tujuan Terbesar
1.
Singapura
2.
Malaysia
3.
Thailand
4.
China
5.
Amerika Serikat
6.
Canada
7.
Hongkong
8.
Jepang
9.
Turki
10.
Yunani
C. KABUPATEN
KEPULAUAN ANAMBAS
Kepulauan Anambas adalah kabupaten yang baru
dibentuk di Provinsi Kepulauan Riau di Indonesia, yang berlokasi di Laut China Selatan,
di perbatasan Indonesia dengan Singapura dan Vietnam. Kepulauan Anambas sedang
mempersiapkan diri untuk menjadi pusat budidaya ikan Napoleon dan Kerapu
terutama untuk komoditas ekspor. Namun, masih ada beberapa nelayan lokal dan
pendatang yang masih mempraktekkan penangkapan ikan yang merusak (destructive
fishing) yang merupakan ancaman langsung terhadap konservasi laut.
Lebih
dari 70% - 80% kawasan Kepulauan Anambas memiliki 339 spesies terumbu karang
yang berbeda, membuat Kepulauan Anambas menjadi potensi industri pariwisata
berkelanjutan. Dana yang dihasilkan dari industri pariwisata dapat menjadi
sumber alternatif pendanaan untuk upaya konservasi laut. Dengan berkembangnya
industri pariwisata, akan membuka kesempatan bagi usaha lokal baru sebagai mata
pencaharian masyarakat setempat.
Namun,
aksesibilitas Kepulauan Anambas masih sangat terbatas. Transportasi dari udara
maupun laut dapat dibatalkan karena cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu.
Pemerintah setempat berencana untuk membangun bandara baru agar Anambas lebih
mudah diakses untuk wisatawan domestik dan mancanegara.
D. Kabupaten
Lingga
Menurut Kasubag Humas, dalam
surat surat yang disampaikan Bupati di terangkan bahwa Kabupaten Lingga
merupakan salah satu daerah penghasil bahan tambang di Indonesia, yakni timah,
bauksit, bijih besi, granit, pasir bangunan dan pasir kuarsa atau silica.
Pemerintah
Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menargetkan ekspor produk hortikultura,
khususnya pisang dan nanas pada akhir tahun 2020 mendatang. Ini menyusul
keseriusan dan komitmen yang disampaikan manajemen PT. Great Giant Pineapple
(GGP) untuk melakukan kerjasama investasi di bidang hortikultura di bumi “Bunda
Tanah Melayu”. Mulai dilakukan persiapan lahan lahan yang statusnya masih
kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), segera diajukan
pelepasannya ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karena besarnya jumlah
kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang dan nenas, khususnya di negara
Eropa, Amerika, China, Jepang, Korea dan Singapura maka diputuskan bahwa
kabupaten lingga akan melakukan ekspor produk pisang dan nanas. Berdasarkan
data tahun 2018 lalu, kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang mencapai angka
15.259.800 ton. Sedangkan nanas dibutuhkan sekitar 3.007.530 ton.
E. Kabupaten Natuna
Nilai
ekspor ikan dan udang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus meningkat
pada 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepri. BPS mencatat pada
September 2019, ekspor ikan dan udang dari Natuna mencapai 11.050 kg dengan
nilai US$31.258,23 . Selanjutnya pada November 2019 menjadi 8.654 kg senilai
US$42.681,73 dan Desember mencapai 18.554 kg senilai US$60.499,47. Ekspor
Natuna lebih besar adalah ikan hidup (kerapu hidup. Meski meningkat nilai
ekspor ikan dari Natuna masih relatif sedikit dibanding potensi yang ada.
Sebetulnya ekspornya juga tergolong masih kecil di bandingkan potensi Laut
Natuna. Dibandingkan dengan tiga bulan yang sama pada 2018, nilai ekspor ikan
dari Natuna juga terus mengalami peningkatan. Pada September 2018 ikan yang
diekspor seberat 8.510 kg dengan nilai US$24.044,28. Selanjutnya pada Oktober
seberat 8.654 kg dengan nilai US$28.829,94 dan November 10.600 kg dengan nilai
US$24.044,28.
F. Kota Batam
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor 53 ton rumput
laut kering dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ke China. Pelepasan ekspor
senilai lebih dari Rp 159 juta itu tidak mengalami kendala, meski virus corona
sedang melanda beberapa wilayah di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam satu
bulan, perusahaan ini bisa menghasilkan 200 ton rumput laut kering. Perusahaan
milik Wahyudi ini juga termasuk aktif mengirimkan rumput laut ke China, Vietnam
dan Singapura. Bahkan, sepanjang 2019, total ekspornya mencapai 1.371 ton
dengan nilai Rp 4,48 miliar. Sedangkan, ekspor kali ini merupakan ekspor untuk
ketiga kalinya selama Februari 2020 dan semuanya dikirim ke China. Mencari rumput
laut awalnya tidak menjadi minat masyarakat Batam. Sebab, harga jual komoditas
tersebut begitu murah. Namun, sejak adanya usaha rumput laut kering, masyarakat
mulai tertarik mencari rumput laut.
G. Kota Tanjung
Pinang
Sepanjang tahun 2019, nilai ekonomis ekspor produk pertanian
dari Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) mencapai Rp 4 triliun dengan negara
tujuan Amerika Serikat, Arab, Eropa, China, Malaysia dan Singapura. Potensi
ekspor besar karena wilayah Kepri dekat dengan Malaysia dan Singapura. Produk pertanian tersebut di antaranya
kelapa dan produk olahannya, sarang burung walet, kakao, crude palm oil (CPO)
dan babi potong. Dan sebelum diekspor, seluruh komoditas itu pun lebih dulu
disertifikasi oleh tiga kantor Karantina Pertanian, yakni Batam, Tanjungpinang
dan Karimun. 1.086 ton karet hasil pertanian Tanjungpinang, Kepulauan Riau
diekspor ke lima negara dengan total nilai mencapai Rp 22,5 miliar. Ribuan ton
karet itu diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan
Korea. Ekspor komoditas pertanian
seperti karet berdampak positif terhadap pendapatan negara. Selain itu,
kesejahteraan masyarakat pun kian meningkat dan memperkuat perekonomian
nasional. Dengan demikian, hal yang harus dilakukan ke depannya adalah terus
meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor, sehingga memperbesar devisa negara,
Tanjungpinang mampu memasok kebutuhan komoditas pertanian negara tetangga
seperti Singapura. Dan untuk mewujudkan hal itu, para petani diminta bekerja
lebih ekstra serta menggandeng Badan Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) dan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk meningkatkan hasil produksi
pertaniannya.
Perusahaan ekspor terbesar di tanjung pinang :
1. PT Timah Tbk
2. PT Teow Tiang
3. PT Saricotama Indonesia
Untuk informasi lengkap tentang kepulauan riau dan potensinya bisa dilihat dengan mendownload aplikasinya disini
2. Peternakan
Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik,
ternak sapi, ternak ayam, ternak babi, dan ternak kambing yang umumnya masih
dilaksanakan oleh peternakan kecil.
3. Pertanian
Hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi
Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian, dan peternakan
mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis
terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Disamping
palawija, dan holtikultura, tanaman lain seperti kelapa, kopi, gambir, nenas
serta cengkih sangat baik untuk dikembangkan. Demikian juga di kabupaten Bintan
dan Lingga sangat cocok untuk ditanami buah-buahan, dan sayuran. Di beberapa
pulau sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Salah satu perkebunan kelapa
sawit terbesar di Kepulauan Riau terdapat di kawasan Tirta Madu.
4. Pariwisata
Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang
wisata dari mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing
yang datang berkunjung mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di
provinsi Kepulauan Riau antara lain adalah wisata pantai yang terletak di
berbagai kabupaten, dan kota. Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa di kota
Batam, Pantai Pelawan di kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai TanjungBerakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di kabupaten Bintan. Kabupaten
Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkling.
Selain
wisata pantai dan bahari, provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata
lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional
serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat Pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat
masjid bersejarah, dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang
kedua-duanya adalah pahlawan nasional.
Kawasan
wisata di Kepulauan Riau juga mendapat banyak penghargaan. Treasure Bay di
Lagoi, Bintan merupakan kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, Patung
Dewi Kwan Im di KTM Resort yang tertinggi se-Asia Tenggara, Vihara
Avalokitesvara Graha yang terbesar se-Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im di
dalam Vihara Avalokitesvara Graha merupakan patung Dewi Kwan Im terbesar yang
terdapat dalam sebuah ruangan se-Indonesia, Pulau Bawah di Anambas yang
termasuk pulau tropis terbaik Asia versi CNN, Pantai Sisi di Natuna yang
termasuk pantai alami terbaik di dunia versi majalah Island, dan Funtasy
Island yang merupakan kawasan agrowisata terbesar di dunia.
Gambar Informasi
Ekspor di Kepulauan Anambas Lewat Infografis
Nilai ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas
Februari 2019 mencapai US$ 212,26 juta atau mengalami penurunan
sebesar 39,85 persen dibanding ekspor Januari 2019 Negara tujuan ekspor
Kabupaten Kepulauan Anambas bulan Februari 2019 dengan nilai
terbesar adalah ke Negara Singapura yaitu mencapai US$ 175,95 juta,
diikuti dengan Negara Malaysia. Dimana pada bulan ini ekspor ke
Negara Singapura mengalami penurunan sebesar 44,34 persen
dibandingkan keadaan bulan Januari 2019, yaitu dari US$ 316,11 juta
menjadi US$ 175,95 juta.
NAMA KABUPATEN DI
KEPULAUAN RIAU BESERTA POTENSI EKSPORNYA
1. Kabupaten
Bintan
2. Kabupaten
Karimun
3. Kabupaten
Kepulauan Anambas
4. Kabupaten
Lingga
5. Kabupaten
Natuna
6. Kota
Batam
7. Kota
Tanjung Pinang
A. Kabupaten
Bintan
Kabupaten
ini memiliki sejumlah peluang di bidang pariwisata, industri, perikanan,
pertambangan dan Peternakan. Dibidang pariwisata, iklim dan kondisi alam yang
eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara. Misalnya Lagoi yang memiliki
pemandangan laut dan pantai yang telah menarik minat lebih dari 40.000
wisatawan mancanegara. Dilahan seluas 23.000 ha terdapat 7 hotel bertaraf
internasional, 2 Resort dan 2 lapangan golf bertaraf internasional dengan 36
hole. Untuk menarik minat investor, pemerintah setempat telah mengalokasikan
lahan seluas 500 ha di Kijang dan 100 ha di Bintan Barat sebagai areal hutan
industri dan pengembangan pantai. Pengembangan pariwisata dilakukan dengan
bekerja sama dengan Singapura untuk membangun Bintan Utara. Pada sektor
industri, Kabupaten ini mempunyai kawasan industri di Lobam sebagai salah
satu hasil dari kerjasama ekonomi antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Terdapat 4000 ha lahan yang dipakai oleh 18 perusahaan elektronik, 14
perusahaan garmen dan lain-lain.
Industri
perikanan juga berperan penting di kabupaten ini dengan didukung oleh luas
wilayah perairan seluas 95%. Para investor disarankan untuk mengembangkan
sektor ini di wilayah timur, yaitu di wilayah Tambelan dengan 54
pulau. Wilayah ini cocok untuk perikanan dan budidaya terumbu karang seluas
117,48an
untuk mengembangkan sektor ini di wilayah timur. Pariwisata laut
cocok untuk wilayah ini dengan didukung oleh pasir pantai yang bersih dan
putih.
Pada
sektor peternakan, Kabupaten Bintan merupakan daerah yang sangat
potensial dalam pengembangan ternak sapi (jenis sapi Bali), kambing, babi,
itik dan ayam (buras dan ras pedaging/petelur) sebagai penyuplai pasokan
bahan pangan asal hewan di Kepulauan Riau, khususnya untuk daerah
perkotaan seperti Kota Kijang, Kota Tanjung Uban dan Kota Tanjungpinang.
Tercatat populasi ternak Sapi di Bintan hampir mendekati 1000 ekor pada tahun
2010, angka ini akan diupayakan untuk terus meningkat seiring dengan tingginya
permintaan daging dan permintaan sapi, khususnya sapi potong pada saat hari
raya Idul Adha (Hari Raya Kurban). Ayam buras 199.383 ekor, kambing 900 ekor, itik 3.663 ekor, babi 3.500 ekor, ayam ras petelur 265.700 ekor dan ayam ras pedaging 2.499.700 ekor. Untuk menjaga kesehatan ternak, di Kabupaten Bintan
terdapat 5 orang dokter hewan dan dibantu oleh beberapa paramedis veteriner dengan
ditunjang oleh 2 buah sarana Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang berlokasi di
Desa Sri Bintan dan Desa Ekang Anculai Kecamatan Teluk Sebong, selain
Poskeswan, di Kabupaten Bintan juga terdapat Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU)
yang berlokasi di Kecamatan Bintan Utara.
B. KABUPATEN
KARIMUN
Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi
yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga
mampu berkiprah di pasar ekspor. Berdasarkan data pada sistem automasi perkarantinaan IQ Fast di
wilayah kerjanya, komoditas ekspor unggulan Kabupaten Karimun adalah bungkil
kelapa yang sampai 2019 telah mencapai 4.743 ton dengan nilai ekspor Rp
44,9 miliar.
Secara
keseluruhan, nilai ekspor semua komoditas pertanian hingga 17 November 2019 ini
telah mencapai Rp 68,6 miliar. Dengan negara tujuan ekspornya adalah Malaysia,
Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong. Selain bungkil kelapa, berbagai
ekspor lainnya seperti sarang burung walet, madu, alpukat, air kelapa, damar,
kencur, hingga kulit kayu bakau.
Menurut
data, di tahun 2018 nilai ekspor pertanian TB Karimun dapat mencapai Rp 101,7
miliar. Dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi mulai dari air kelapa,
bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas,
pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar.
Sementara
di tahun 2018, Cina menjadi negara tujuan ekspornya dan belum muncul kembali di
tahun 2019. Juga, jumlah pelaku usaha, di tahun lalu tercatat 71 eksportir,
sedangkan tahun ini hanya 8 eksportir saja.
Dengan
menginventarisasi permasalahan atau hambatan yang dihadapi, melalui diskusi
tersebut, Priyadi mengharapkan dapat memberikan solusi sehingga bisa
menghasilkan penambahan kuantitas dan kualitas yang signifikan terhadap
komoditas ekspor pertanian di Karimun serta meluasnya negara tujuan ekspor.
Banyak
komoditas ekspor yang pada tahun 2018 ada dan di tahun 2019 tidak ada lagi,
contohnya nanas dan pisang tujuan Malaysia. Kami berharap bisa
kembali mengangkat kembali ekspor Karimun yang sempat terhenti dengan mengurai
permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun eksportir. Di tahun
2020 ekspor di pulau karimun cenderung turun mulai yang awalnya mencapai angka
15 milliar pada bulan Januari dan turun menjadi 14 milliar di bual Februari.
Perusahaan ekspor
terbesar di karimun contohnya
1. Pertamina
2. Medco E&P Natuna LTD
3. Premier oil Natuna Sea BV
4. Pulau Bintan Djaya
5. Telaga Bintan Jaya
6. Singkep Tuah Persada
7. Bulan Bintang
8. Anugerah Mitra Bahari
9. Eka Bina Pratama
10. Bintan Intan Gemilang
10. Bintan Intan Gemilang
Ekspor 10 Negara
Tujuan Terbesar
1.
Singapura
2.
Malaysia
3.
Thailand
4.
China
5.
Amerika Serikat
6.
Canada
7.
Hongkong
8.
Jepang
9.
Turki
10. Yunani
10. Yunani
C. KABUPATEN
KEPULAUAN ANAMBAS
Kepulauan Anambas adalah kabupaten yang baru
dibentuk di Provinsi Kepulauan Riau di Indonesia, yang berlokasi di Laut China Selatan,
di perbatasan Indonesia dengan Singapura dan Vietnam. Kepulauan Anambas sedang
mempersiapkan diri untuk menjadi pusat budidaya ikan Napoleon dan Kerapu
terutama untuk komoditas ekspor. Namun, masih ada beberapa nelayan lokal dan
pendatang yang masih mempraktekkan penangkapan ikan yang merusak (destructive
fishing) yang merupakan ancaman langsung terhadap konservasi laut.
Lebih
dari 70% - 80% kawasan Kepulauan Anambas memiliki 339 spesies terumbu karang
yang berbeda, membuat Kepulauan Anambas menjadi potensi industri pariwisata
berkelanjutan. Dana yang dihasilkan dari industri pariwisata dapat menjadi
sumber alternatif pendanaan untuk upaya konservasi laut. Dengan berkembangnya
industri pariwisata, akan membuka kesempatan bagi usaha lokal baru sebagai mata
pencaharian masyarakat setempat.
Namun,
aksesibilitas Kepulauan Anambas masih sangat terbatas. Transportasi dari udara
maupun laut dapat dibatalkan karena cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu.
Pemerintah setempat berencana untuk membangun bandara baru agar Anambas lebih
mudah diakses untuk wisatawan domestik dan mancanegara.
D. Kabupaten
Lingga
Menurut Kasubag Humas, dalam
surat surat yang disampaikan Bupati di terangkan bahwa Kabupaten Lingga
merupakan salah satu daerah penghasil bahan tambang di Indonesia, yakni timah,
bauksit, bijih besi, granit, pasir bangunan dan pasir kuarsa atau silica.
Pemerintah
Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menargetkan ekspor produk hortikultura,
khususnya pisang dan nanas pada akhir tahun 2020 mendatang. Ini menyusul
keseriusan dan komitmen yang disampaikan manajemen PT. Great Giant Pineapple
(GGP) untuk melakukan kerjasama investasi di bidang hortikultura di bumi “Bunda
Tanah Melayu”. Mulai dilakukan persiapan lahan lahan yang statusnya masih
kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), segera diajukan
pelepasannya ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karena besarnya jumlah
kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang dan nenas, khususnya di negara
Eropa, Amerika, China, Jepang, Korea dan Singapura maka diputuskan bahwa
kabupaten lingga akan melakukan ekspor produk pisang dan nanas. Berdasarkan
data tahun 2018 lalu, kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang mencapai angka
15.259.800 ton. Sedangkan nanas dibutuhkan sekitar 3.007.530 ton.
E. Kabupaten Natuna
Nilai
ekspor ikan dan udang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus meningkat
pada 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepri. BPS mencatat pada
September 2019, ekspor ikan dan udang dari Natuna mencapai 11.050 kg dengan
nilai US$31.258,23 . Selanjutnya pada November 2019 menjadi 8.654 kg senilai
US$42.681,73 dan Desember mencapai 18.554 kg senilai US$60.499,47. Ekspor
Natuna lebih besar adalah ikan hidup (kerapu hidup. Meski meningkat nilai
ekspor ikan dari Natuna masih relatif sedikit dibanding potensi yang ada.
Sebetulnya ekspornya juga tergolong masih kecil di bandingkan potensi Laut
Natuna. Dibandingkan dengan tiga bulan yang sama pada 2018, nilai ekspor ikan
dari Natuna juga terus mengalami peningkatan. Pada September 2018 ikan yang
diekspor seberat 8.510 kg dengan nilai US$24.044,28. Selanjutnya pada Oktober
seberat 8.654 kg dengan nilai US$28.829,94 dan November 10.600 kg dengan nilai
US$24.044,28.
F. Kota Batam
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor 53 ton rumput
laut kering dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ke China. Pelepasan ekspor
senilai lebih dari Rp 159 juta itu tidak mengalami kendala, meski virus corona
sedang melanda beberapa wilayah di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam satu
bulan, perusahaan ini bisa menghasilkan 200 ton rumput laut kering. Perusahaan
milik Wahyudi ini juga termasuk aktif mengirimkan rumput laut ke China, Vietnam
dan Singapura. Bahkan, sepanjang 2019, total ekspornya mencapai 1.371 ton
dengan nilai Rp 4,48 miliar. Sedangkan, ekspor kali ini merupakan ekspor untuk
ketiga kalinya selama Februari 2020 dan semuanya dikirim ke China. Mencari rumput
laut awalnya tidak menjadi minat masyarakat Batam. Sebab, harga jual komoditas
tersebut begitu murah. Namun, sejak adanya usaha rumput laut kering, masyarakat
mulai tertarik mencari rumput laut.
G. Kota Tanjung
Pinang
Sepanjang tahun 2019, nilai ekonomis ekspor produk pertanian
dari Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) mencapai Rp 4 triliun dengan negara
tujuan Amerika Serikat, Arab, Eropa, China, Malaysia dan Singapura. Potensi
ekspor besar karena wilayah Kepri dekat dengan Malaysia dan Singapura. Produk pertanian tersebut di antaranya
kelapa dan produk olahannya, sarang burung walet, kakao, crude palm oil (CPO)
dan babi potong. Dan sebelum diekspor, seluruh komoditas itu pun lebih dulu
disertifikasi oleh tiga kantor Karantina Pertanian, yakni Batam, Tanjungpinang
dan Karimun. 1.086 ton karet hasil pertanian Tanjungpinang, Kepulauan Riau
diekspor ke lima negara dengan total nilai mencapai Rp 22,5 miliar. Ribuan ton
karet itu diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan
Korea. Ekspor komoditas pertanian
seperti karet berdampak positif terhadap pendapatan negara. Selain itu,
kesejahteraan masyarakat pun kian meningkat dan memperkuat perekonomian
nasional. Dengan demikian, hal yang harus dilakukan ke depannya adalah terus
meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor, sehingga memperbesar devisa negara,
Tanjungpinang mampu memasok kebutuhan komoditas pertanian negara tetangga
seperti Singapura. Dan untuk mewujudkan hal itu, para petani diminta bekerja
lebih ekstra serta menggandeng Badan Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) dan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk meningkatkan hasil produksi
pertaniannya.
Perusahaan ekspor terbesar di tanjung pinang :
1. PT Timah Tbk
1. PT Timah Tbk
2. PT Teow Tiang
3. PT Saricotama Indonesia
Untuk informasi lengkap tentang kepulauan riau dan potensinya bisa dilihat dengan mendownload aplikasinya disini
Untuk informasi lengkap tentang kepulauan riau dan potensinya bisa dilihat dengan mendownload aplikasinya disini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar