Sabtu, 04 April 2020

Ekspor Kepulauan Riau


KEPULAUAN RIAU

Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi ke 32, hasil pemekaran dari Provinsi Riau,diresmikan pada tahun 2002, berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. Provinsi Kepulauan Riau terletak pada posisi 1º 10' LS - 5º 10' LU dan 102º 50' - 109º 20' BT. Luas wilayah Provinsi Kepulauan Riau yaitu kurang lebih sekitar 8.201,72 km². Dari total luas tersebut, 95% diantaranya berupa lautan. Sedangkan sisanya 5% merupakan daratan. Ibu Kota Kepulauan Riau adalah kota Tanjung Pinang. Batas wilayah Provinsi Kepulauan Riau, adalah:
·     Utara dengan Vietnam dan Kamboja
·     Selatan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi
·     Barat dengan Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau
·     Timur dengan Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat
     Provinsi ini memiliki jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa. Kepulauan Riau terdiri dari 7 kabupaten, dengan gambar letak geografisnya sebagai berikut:
5.    Kabupaten Natuna
6.    Kota Batam
Untuk maps nya bisa dilihat disini.
     


1.  Kelautan

         Sebagai provinsi kepulauan, wilayah ini terdiri atas 95 % lautan. Kondisi ini sangat  mendukung bagi pengembangan usaha budidaya perikanan mulai usaha  pembenihan sampai pemanfaatan teknologi budidaya maupun penangkapan. Di Kabupaten Karimun terdapat budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, kerambah jaring apung. Kota Batam, Kabupaten Bintan, Lingga, dan Natuna juga memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan. Selain perikanan tangkap di keempat kabupaten tersebut, juga dikembangkan budidaya perikanan air laut, dan air tawar. Di kota Batam tepatnya di Pulau Setokok, bahkan terdapat pusat pembenihan ikan kerapu yang mampu menghasilkan lebih dari 1 juta benih setahunnya. Di Kota Batam tepatnya didaerah Telaga Punggur, ada satu pelabuhan perikanan yang dikelola murni oleh swasta . Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur diresmikan pada tanggal 08 Januari 2010 oleh Menteri Kelautan, dan Perikanan R.I Dr. Ir. H. Fadel Muhammad. Letak pelabuhan perikanan swasta Telaga Punggur sangat strategis karena berhadapan dengan jalur lintas kapal penangkapan ikan antara Provinsi Kepri, dan Natuna, ZEEI, Laut Cina Selatan serta keberadaan pelabuhan perikanan swasta Telaga Punggur di Kota Batam sangat dekat dengan negara Singapura yang dapat meningkatkan ekspor hasil laut, dan menambah pendapatan asli daerah.

2. Peternakan
        Potensi di bidang peternakan difokuskan pada ternak itik, ternak sapi, ternak ayam, ternak babi, dan ternak kambing yang umumnya masih dilaksanakan oleh peternakan kecil.

3. Pertanian
         Hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi Kepulauan Riau berpotensi untuk diolah menjadi lahan pertanian, dan peternakan mengingat tanahnya subur. Sektor pertanian merupakan sektor yang strategis terutama di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam. Disamping palawija, dan holtikultura, tanaman lain seperti kelapa, kopi, gambir, nenas serta cengkih sangat baik untuk dikembangkan. Demikian juga di kabupaten Bintan dan Lingga sangat cocok untuk ditanami buah-buahan, dan sayuran. Di beberapa pulau sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Salah satu perkebunan kelapa sawit terbesar di Kepulauan Riau terdapat di kawasan Tirta Madu.

4. Pariwisata
          Provinsi Kepulauan Riau merupakan gerbang wisata dari mancanegara kedua setelah Pulau Bali. Jumlah wisatawan asing yang datang berkunjung mencapai 1,5 juta orang pada tahun 2005. Objek wisata di provinsi Kepulauan Riau antara lain adalah wisata pantai yang terletak di berbagai kabupaten, dan kota. Pantai MelurPulau Abang dan Pantai Nongsa di kota Batam, Pantai Pelawan di kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Pantai TanjungBerakit, Pantai Trikora, dan Bintan Leisure Park di kabupaten Bintan. Kabupaten Natuna terkenal dengan wisata baharinya seperti snorkling.
        Selain wisata pantai dan bahari, provinsi Kepulauan Riau juga memiliki objek wisata lainnya seperti cagar budaya, makam-makam bersejarah, tarian-tarian tradisional serta event-event khas daerah. Di kota Tanjungpinang terdapat Pulau Penyengat sebagai pulau bersejarah karena di pulau ini terdapat masjid bersejarah, dan makam-makam Raja Haji Fisabililah dan Raja Ali Haji yang kedua-duanya adalah pahlawan nasional.
       Kawasan wisata di Kepulauan Riau juga mendapat banyak penghargaan. Treasure Bay di Lagoi, Bintan merupakan kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im di KTM Resort yang tertinggi se-Asia Tenggara, Vihara Avalokitesvara Graha yang terbesar se-Asia Tenggara, Patung Dewi Kwan Im di dalam Vihara Avalokitesvara Graha merupakan patung Dewi Kwan Im terbesar yang terdapat dalam sebuah ruangan se-Indonesia, Pulau Bawah di Anambas yang termasuk pulau tropis terbaik Asia versi CNN, Pantai Sisi di Natuna yang termasuk pantai alami terbaik di dunia versi majalah Island, dan Funtasy Island yang merupakan kawasan agrowisata terbesar di dunia.

Gambar Informasi Ekspor di Kepulauan Anambas Lewat Infografis
        Nilai ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas Februari 2019 mencapai US$ 212,26 juta atau mengalami penurunan sebesar 39,85 persen dibanding ekspor Januari 2019 Negara tujuan ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas bulan Februari 2019 dengan nilai terbesar adalah ke Negara Singapura yaitu mencapai US$ 175,95 juta, diikuti dengan Negara Malaysia. Dimana  pada bulan ini ekspor ke Negara Singapura mengalami penurunan sebesar 44,34 persen dibandingkan keadaan bulan Januari 2019, yaitu dari US$ 316,11 juta menjadi  US$ 175,95 juta.


NAMA KABUPATEN DI KEPULAUAN RIAU BESERTA POTENSI EKSPORNYA
1.    Kabupaten Bintan
2.    Kabupaten Karimun
3.    Kabupaten Kepulauan Anambas
4.    Kabupaten Lingga
5.    Kabupaten Natuna
6.    Kota Batam 
7.    Kota Tanjung Pinang  

A.   Kabupaten Bintan
       Kabupaten ini memiliki sejumlah peluang di bidang pariwisata, industri, perikanan, pertambangan dan Peternakan. Dibidang pariwisata, iklim dan kondisi alam yang eksotis menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan mancanegara. Misalnya Lagoi yang memiliki pemandangan laut dan pantai yang telah menarik minat lebih dari 40.000 wisatawan mancanegara. Dilahan seluas 23.000 ha terdapat 7 hotel bertaraf internasional, 2 Resort dan 2 lapangan golf bertaraf internasional dengan 36 hole. Untuk menarik minat investor, pemerintah setempat telah mengalokasikan lahan seluas 500 ha di Kijang dan 100 ha di Bintan Barat sebagai areal hutan industri dan pengembangan pantai. Pengembangan pariwisata dilakukan dengan bekerja sama dengan Singapura untuk membangun Bintan Utara. Pada sektor industri, Kabupaten ini mempunyai kawasan industri di Lobam sebagai salah satu hasil dari kerjasama ekonomi antara SingapuraMalaysia, dan Indonesia. Terdapat 4000 ha lahan yang dipakai oleh 18 perusahaan elektronik, 14 perusahaan garmen dan lain-lain.
      Industri perikanan juga berperan penting di kabupaten ini dengan didukung oleh luas wilayah perairan seluas 95%. Para investor disarankan untuk mengembangkan sektor ini di wilayah timur, yaitu di wilayah Tambelan dengan 54 pulau. Wilayah ini cocok untuk perikanan dan budidaya terumbu karang seluas 117,48an untuk mengembangkan sektor ini di wilayah timur. Pariwisata laut cocok untuk wilayah ini dengan didukung oleh pasir pantai yang bersih dan putih.
     Pada sektor peternakan, Kabupaten Bintan merupakan daerah yang sangat potensial dalam pengembangan ternak sapi (jenis sapi Bali), kambing, babi, itik dan ayam (buras dan ras pedaging/petelur) sebagai penyuplai pasokan bahan pangan asal hewan di Kepulauan Riau, khususnya untuk daerah perkotaan seperti Kota Kijang, Kota Tanjung Uban dan Kota Tanjungpinang. Tercatat populasi ternak Sapi di Bintan hampir mendekati 1000 ekor pada tahun 2010, angka ini akan diupayakan untuk terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan daging dan permintaan sapi, khususnya sapi potong pada saat hari raya Idul Adha (Hari Raya Kurban). Ayam buras 199.383 ekor, kambing 900 ekor, itik 3.663 ekor, babi 3.500 ekor, ayam ras petelur 265.700 ekor dan ayam ras pedaging 2.499.700 ekor. Untuk menjaga kesehatan ternak, di Kabupaten Bintan terdapat 5 orang dokter hewan dan dibantu oleh beberapa paramedis veteriner dengan ditunjang oleh 2 buah sarana Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang berlokasi di Desa Sri Bintan dan Desa Ekang Anculai Kecamatan Teluk Sebong, selain Poskeswan, di Kabupaten Bintan juga terdapat Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang berlokasi di Kecamatan Bintan Utara.

B. KABUPATEN KARIMUN
       Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga mampu berkiprah di pasar ekspor. Berdasarkan data pada sistem automasi perkarantinaan IQ Fast di wilayah kerjanya, komoditas ekspor unggulan Kabupaten Karimun adalah bungkil kelapa yang sampai 2019 telah mencapai 4.743 ton dengan nilai ekspor Rp 44,9 miliar.
      Secara keseluruhan, nilai ekspor semua komoditas pertanian hingga 17 November 2019 ini telah mencapai Rp 68,6 miliar. Dengan negara tujuan ekspornya adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Taiwan dan Hongkong. Selain bungkil kelapa, berbagai ekspor lainnya seperti sarang burung walet, madu, alpukat, air kelapa, damar, kencur, hingga kulit kayu bakau.
     Menurut data, di tahun 2018 nilai ekspor pertanian TB Karimun dapat mencapai Rp 101,7 miliar. Dengan ragam komoditas yang lebih bervariasi mulai dari air kelapa, bungkil kelapa, sarang burung walet, madu, ayam bibit, akar pasak bumi, nanas, pisang, alpukat, damar, karung goni, petai, talas dan ubi jalar.
    Sementara di tahun 2018, Cina menjadi negara tujuan ekspornya dan belum muncul kembali di tahun 2019. Juga, jumlah pelaku usaha, di tahun lalu tercatat 71 eksportir, sedangkan tahun ini hanya 8 eksportir saja.
    Dengan menginventarisasi permasalahan atau hambatan yang dihadapi, melalui diskusi tersebut, Priyadi mengharapkan dapat memberikan solusi sehingga bisa menghasilkan penambahan kuantitas dan kualitas yang signifikan terhadap komoditas ekspor pertanian di Karimun serta meluasnya negara tujuan ekspor.
     Banyak komoditas ekspor yang pada tahun 2018 ada dan di tahun 2019 tidak ada lagi, contohnya nanas dan pisang tujuan Malaysia. Kami berharap bisa kembali mengangkat kembali ekspor Karimun yang sempat terhenti dengan mengurai permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun eksportir. Di tahun 2020 ekspor di pulau karimun cenderung turun mulai yang awalnya mencapai angka 15 milliar pada bulan Januari dan turun menjadi 14 milliar di bual Februari.

Perusahaan ekspor terbesar di karimun contohnya
1.  Pertamina
2.  Medco E&P Natuna LTD
3.  Premier oil Natuna Sea BV
4.  Pulau Bintan Djaya
5.  Telaga Bintan Jaya
6.  Singkep Tuah Persada
7.  Bulan Bintang
8.  Anugerah Mitra Bahari
9.  Eka Bina Pratama
 10. Bintan Intan Gemilang
Ekspor 10 Negara Tujuan Terbesar
1. Singapura
2. Malaysia
3. Thailand
4. China
5. Amerika Serikat
6. Canada
7. Hongkong
8. Jepang
9. Turki
 10. Yunani

C. KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
        Kepulauan Anambas adalah kabupaten yang baru dibentuk di Provinsi Kepulauan Riau di Indonesia, yang berlokasi di Laut China Selatan, di perbatasan Indonesia dengan Singapura dan Vietnam. Kepulauan Anambas sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pusat budidaya ikan Napoleon dan Kerapu terutama untuk komoditas ekspor. Namun, masih ada beberapa nelayan lokal dan pendatang yang masih mempraktekkan penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) yang merupakan ancaman langsung terhadap konservasi laut.
      Lebih dari 70% - 80% kawasan Kepulauan Anambas memiliki 339 spesies terumbu karang yang berbeda, membuat Kepulauan Anambas menjadi potensi industri pariwisata berkelanjutan. Dana yang dihasilkan dari industri pariwisata dapat menjadi sumber alternatif pendanaan untuk upaya konservasi laut. Dengan berkembangnya industri pariwisata, akan membuka kesempatan bagi usaha lokal baru sebagai mata pencaharian masyarakat setempat.
    Namun, aksesibilitas Kepulauan Anambas masih sangat terbatas. Transportasi dari udara maupun laut dapat dibatalkan karena cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu. Pemerintah setempat berencana untuk membangun bandara baru agar Anambas lebih mudah diakses untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

D. Kabupaten Lingga
    Menurut Kasubag Humas, dalam surat surat yang disampaikan Bupati di terangkan bahwa Kabupaten Lingga merupakan salah satu daerah penghasil bahan tambang di Indonesia, yakni timah, bauksit, bijih besi, granit, pasir bangunan dan pasir kuarsa atau silica.
Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menargetkan ekspor produk hortikultura, khususnya pisang dan nanas pada akhir tahun 2020 mendatang. Ini menyusul keseriusan dan komitmen yang disampaikan manajemen PT. Great Giant Pineapple (GGP) untuk melakukan kerjasama investasi di bidang hortikultura di bumi “Bunda Tanah Melayu”. Mulai dilakukan persiapan lahan lahan yang statusnya masih kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK), segera diajukan pelepasannya ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karena besarnya jumlah kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang dan nenas, khususnya di negara Eropa, Amerika, China, Jepang, Korea dan Singapura maka diputuskan bahwa kabupaten lingga akan melakukan ekspor produk pisang dan nanas. Berdasarkan data tahun 2018 lalu, kebutuhan pasar dunia terhadap buah pisang mencapai angka 15.259.800 ton. Sedangkan nanas dibutuhkan sekitar 3.007.530 ton.

E. Kabupaten Natuna
    Nilai ekspor ikan dan udang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus meningkat pada 2019, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepri. BPS mencatat pada September 2019, ekspor ikan dan udang dari Natuna mencapai 11.050 kg dengan nilai US$31.258,23 . Selanjutnya pada November 2019 menjadi 8.654 kg senilai US$42.681,73 dan Desember mencapai 18.554 kg senilai US$60.499,47. Ekspor Natuna lebih besar adalah ikan hidup (kerapu hidup. Meski meningkat nilai ekspor ikan dari Natuna masih relatif sedikit dibanding potensi yang ada. Sebetulnya ekspornya juga tergolong masih kecil di bandingkan potensi Laut Natuna. Dibandingkan dengan tiga bulan yang sama pada 2018, nilai ekspor ikan dari Natuna juga terus mengalami peningkatan. Pada September 2018 ikan yang diekspor seberat 8.510 kg dengan nilai US$24.044,28. Selanjutnya pada Oktober seberat 8.654 kg dengan nilai US$28.829,94 dan November 10.600 kg dengan nilai US$24.044,28.

F. Kota Batam
     Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor 53 ton rumput laut kering dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ke China. Pelepasan ekspor senilai lebih dari Rp 159 juta itu tidak mengalami kendala, meski virus corona sedang melanda beberapa wilayah di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam satu bulan, perusahaan ini bisa menghasilkan 200 ton rumput laut kering. Perusahaan milik Wahyudi ini juga termasuk aktif mengirimkan rumput laut ke China, Vietnam dan Singapura. Bahkan, sepanjang 2019, total ekspornya mencapai 1.371 ton dengan nilai Rp 4,48 miliar. Sedangkan, ekspor kali ini merupakan ekspor untuk ketiga kalinya selama Februari 2020 dan semuanya dikirim ke China. Mencari rumput laut awalnya tidak menjadi minat masyarakat Batam. Sebab, harga jual komoditas tersebut begitu murah. Namun, sejak adanya usaha rumput laut kering, masyarakat mulai tertarik mencari rumput laut.

G. Kota Tanjung Pinang 
Sepanjang tahun 2019, nilai ekonomis ekspor produk pertanian dari Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) mencapai Rp 4 triliun dengan negara tujuan Amerika Serikat, Arab, Eropa, China, Malaysia dan Singapura. Potensi ekspor besar karena wilayah Kepri dekat dengan Malaysia dan Singapura. Produk pertanian tersebut di antaranya kelapa dan produk olahannya, sarang burung walet, kakao, crude palm oil (CPO) dan babi potong. Dan sebelum diekspor, seluruh komoditas itu pun lebih dulu disertifikasi oleh tiga kantor Karantina Pertanian, yakni Batam, Tanjungpinang dan Karimun. 1.086 ton karet hasil pertanian Tanjungpinang, Kepulauan Riau diekspor ke lima negara dengan total nilai mencapai Rp 22,5 miliar. Ribuan ton karet itu diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Korea.  Ekspor komoditas pertanian seperti karet berdampak positif terhadap pendapatan negara. Selain itu, kesejahteraan masyarakat pun kian meningkat dan memperkuat perekonomian nasional. Dengan demikian, hal yang harus dilakukan ke depannya adalah terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor, sehingga memperbesar devisa negara, Tanjungpinang mampu memasok kebutuhan komoditas pertanian negara tetangga seperti Singapura. Dan untuk mewujudkan hal itu, para petani diminta bekerja lebih ekstra serta menggandeng Badan Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk meningkatkan hasil produksi pertaniannya.
Perusahaan ekspor terbesar di tanjung pinang :
   1. PT Timah Tbk
2. PT Teow Tiang
3. PT Saricotama Indonesia

Untuk informasi lengkap tentang kepulauan riau dan potensinya bisa dilihat dengan mendownload aplikasinya disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ekspor Kepulauan Riau

KEPULAUAN RIAU Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi ke 32, hasil pemekaran dari Provinsi Riau,diresmikan pada tahun 2002, ber...